Mendampingi Anak Belajar di Rumah – Bagian 2

Memiliki anak yang berbakat dan menuai banyak prestasi merupakan dambaan kita semua sebagai orang tua. Namun, untuk mencapai impian terebut, ada beberapa hal yang perlu kita teliti dalam pola belajar anak. Apakah anak Anda di sekolah sudah mendapatkan pola belajar yang maksimal? Jika ternyata belum, Anda harus mulai mempertimbangkan untuk menjadi pendamping belajar terbaik bagi anak Anda di rumah.

Dengan begitu banyaknya kesibukan kita sebagai orang tua, tentunya tugas mendampingi belajar si anak harus dijalankan dengan efektif dan efisien. Artinya, tidak terlalu memakan waktu banyak, namun mendapatkan hasil yang signifikan.  Dalam artikel ini, kita akan mengulas beberapa cara terbaik untuk mendampingi anak Anda belajar di rumah.

Anak sudah terlalu banyak menuai kritik di lingkungan sekitarnya. Jangan biarkan kita menambahkan hal yang sama padanya di rumah. Untuk itu, kita perlu melatih diri sebagai pendamping belajar terbaik untuk buah hati di rumah.

Tidak ada anak yang bisa belajar seorang diri. Sejak masih bayi, upaya seorang anak untuk menguasai lingkungan diperantarai oleh mereka yang berada di sekitarnya. Pola – pola ini ditanamkan sejak dini sehingga ketika anak masuk usia sekolah, mereka menemukan dirinya sendiri terlibat dalam serangkaian interaksi rumit dengan dunia.

Jaringan belajar anak-anak yang sering menerima kritik akan menurun. Jaringan yang mereka butuhkan ini gagal memberikan dorongan yang mereka perlukan untuk menjadi manusia yang kompeten dan berhasil .

Sudah terlalu banyak anak-anak yang terjebak dalam’ jebakan’ belajar dan persepsi yang berlaku umum tentang kecerdasan. Mereka hidup dalam dunia di mana orang-orang menganggap keunikan mereka tidak bisa diterima. Dengan begitu, mereka hanya memiliki dua pilihan. Mereka bisa saja diam menyerah dan menghabiskan hidup mereka dengan bersikap patuh pada persepsi orang banyak tentang kecerdasan dan berusaha untuk jadi ‘senormal’ mungkin, atau mereka bisa mempertahankan eksistensi akan tetapi sering berakhir dalam “pertempuran” abadi dengan orang-orang yang seharusnya membantu mereka banyak dalam pembelajaran.

Sebagai orang tua, kita ada di posisi yang tepat untuk berperan sebagai partner kepercayaan anak dalam dunia belajar. Karena menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak Anda daripada siapapun, Anda mempunyai peluang besar untuk menemukan titik terang dalam kehidupan pendidikannya.

Sumber gambar : kemdikbud.go.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.