Disiplin pada anak. Sementara atau Permanen? (Bagian 2)

Cara pemberlakuan disiplin yang seimbang. Diawali dengan perkenalan terhadap alasan tentang peraturan yang dimaksud karena pada hakikatnya, peraturan itu membatasi dan mengatur kebebasan anak. Dengan demikian, anak akan merasa bahwa mereka diberi kesempatan untuk menentukan pilihan terbaik bagi dirinya. Disiplin yang seimbang ini membuat anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkembang, bertanggungjawab, menghargai orang lain, dan punya kepercayaan diri yang tinggi.

# Tidak ada apresiasi ketika anak telah melakukan kedisiplinan

Setiap anak yang melakukan upaya disiplin seyogiayanya diperhatikan oleh para orangtua dengan cara diberikan respons sebagai bentuk apresiasi mereka. Apresiasi dapat berupa pujian terhadap perbuatan disiplin atau sentuhan emosi positif : memeluk, mencium, mengusap rambut dan sebaginya.

  • Disiplin PERMANEN, yaitu upaya disiplin dengan rentan waktu relatif panjang. Biasanya anak dengan disiplin yang pemanen akan punya kedisiplinan internal dalam dirinya. Bahkan, mereka mungkin akan mampu menarik perhatian orang lain untuk melakukan upaya kedisiplinan yang sama.

Sumber : Buku Orangtuanya Manusia karya Munif Chatib
Gambar : google image

Satu tanggapan pada “Disiplin pada anak. Sementara atau Permanen? (Bagian 2)

  1. Pingback:Disiplin pada anak. Sementara atau Permanen? (Bagian 1) – Real Life Education

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.