Disiplin pada anak. Sementara atau Permanen? (Bagian 1)

Dari setiap kondisi yang sering dihadapi orangtua saat mendidik anaknya, dapat disimpulkan bahwa orangtua menyampaikan sebuah peraturan juga sangat berpengaruh dalam membentuk kebiasaan disiplin anak. Menurut Munif Chatib ada dua macam keberhasilan disiplin anak, yaitu :

  • Disiplin SEMENTARA, yaitu upaya disiplin yang waktunya hanya sementara, lalu disiplin itu akan hilang. Biasanya anak akan patuh terhadap suatu peraturan tersebut ketika orangtua nya ada di sekitarnya. Begitu orangtua tidak ada, disiplin itu akan hilang. Penyebab disiplin sementara antara lain :

# Model pemberian peraturan yang salah. Pada anak usia golden age (0-7 tahun), sangat cocok diberikan model pemberian aturan dengan cara learning by doing dan learning by example. Artinya, anak belajar disiplin dengan melihat perilaku orangtua dan mengambil contoh atau teladan dari orangtua. Untuk anak usia 8 tahun keatas, peraturan dibuat dalam model-model peraturan tertulis dan lisan dalam berbagai macam format yang sangat luwes.

# Cara pemberlakuan peraturan yang salah. 

Terlalu bebas. Cara ini akan mengakibatkan kekuatan peraturan untuk ditaati malah menjadi lemah dan peraturan yang dibuat sama sekali tidak efektif. Anak tidak akan menghargai peraturan apapun yang berasal dari orangtua, apalagi dari orang lain.

Terlalu keras dan kaku. Cara ini juga akan berdampak negatif pada anak. Hanya akan memupuk rasa tertekan, takut, mudah kehilangan kepercayaan diri, tidak punya peluang untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga, kepribadian, emosi, akhlak dan rasa kemanusiaannya tidak akan terbentuk. Selain itu, potensi dan bakatnya tidak akan muncul.

(Bersambung ke bagian 2)

Sumber : Buku Orangtuanya Manusia karya Munif Chatib
Gambar : google image

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.